125 Napi Lapas Semarang Ikuti Uji Sertifikasi Jasa Konstruksi
| 25 Napi Lapas Semarang Ikuti Uji Sertifikasi Jasa Konstruksi di aula Lapas Semarang, Selasa (09/10). |
SEMARANG - Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) Kelas I Semarang menggelar pembukaan pembekalan dan fasilitasi uji
sertifikasi jasa konstruksi tahap
II kepada 125 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Lapas Semarang bertempat
di aula Lapas
Semarang, Selasa (09/10).
Napi yang mengikuti pelatihan telah melewati
beberapa tahap seleksi, yakni WBP yang mempunyai bakat di bidang konstruksi, diutamakan yang
sudah pernah bekerja sebagai tukang batu dan tukang besi, WBP dengan sisa masa
pidana paling lama 1 tahun termasuk yang sudah mendapatkan Pembebasan
Bersyarat, Cuti Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas.
Serta, WBP yang mempunyai kemauan untuk
mengikuti pelatihan dengan keterampilan baik sampai dengan pelatihan selesai
dengan kondisi sehat jasmani dan rohani.
Terlaksana kegiatan ini berkat tindak lanjut
dari perjanjian kerjasama antara Kementerian Hukum dan HAM dengan Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pelatihan dibuka secara langsung oleh
Direktur Jenderal Pemasyarakatan melalu video zoom teleconference yang terpusat
di Lapas Batam.
Maksud dan tujuan pelatihan ini adalah para
WBP akan mendapatkan sertifikat jasa konstruksi di mana
setelah bebas bisa bekerja di bidang konstruksi pada
lingkungan Kementerian PUPR.
Lapas Semarang dalam satu bulan terakhir
sedang menuju Lapas industri yaitu dengan menyediakan 21 jenis usaha yang
bekerjasama dengan CV. Multi Talenta, CV. Property, Dinas Pertanian, Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup dan lain sebagainya.
Kalapas Semarang atau Lapas
Kedungpane, Dadi Mulyadi mengatakan bahwa tujuan pelatihan ini
adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas WBP dalam pembinaan di Lapas
khususnya pembinaan kemandirian.
Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Dewa Putu
Gede dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan pemasyarakatan yaitu membentuk
warga binaan pemasyarakatan menjadi manusia seutuhnya bisa berintegrasi positif
dan siap menjadi manusia pembangunan yang mandiri terwujud.
"Harapannya peserta pelatihan dapat
mengikuti pelatihan dengan baik sampai dengan 4 hari kedepan hingga kegiatan
berakhir," ujar Dewa. (*)
Sumber : http://jateng.tribunnews.com
Komentar
Posting Komentar