CPNS Penjaga Tahanan di Jatim Gagalkan Penyelundupan Narkoba
Ilustrasi penjara (iStock) Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso pernah mengungkapkan, 90 persen kasus narkoba di Indonesia melibatkan jaringan yang ada di lembaga pemasyarakatan (lapas). Dia tak bisa menerima alasan, lengahnya pengawasan terhadap para napi disebut-sebut karena lapas kelebihan kapasitas dan kurang sumber daya manusia (SDM). Akan tetapi, di Jawa Timur, sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) penjaga tahanan dan narapidana telah menggagalkan lima kali penyelundupan barang terlarang berupa telepon genggam dan narkoba. Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM mengungkapkan, sejak diterjunkan ke lapangan untuk bertugas di rutan dan lapas seluruh wilayah Jawa Timur, CPNS penjaga tahanan dan narapidana berhasil menggagalkan masuknya barang terlarang berupa enam telepon genggam dan 1,5 gram paket sabu. Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen PAS Mardjoeki mengatakan, hal tersebut menunjukkan kual...