Program Inklusi Dinilai Tepat Diterapkan kepada Mantan Pelaku Terorisme
Jakarta, NU Online Program deradikalisasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perlu dievaluasi secara menyeluruh. Pendekatan yang lebih banyak menekankan pada reedukasi tentang ideologi negara atau wawasan kebangsaan dinilai tidak memberikan perubahan berarti dalam perubahan pola pikir WBP terorisme. Selain itu pemberian kewirausahaan tanpa persiapan yang baik dan rencana kesinambungan juga dinilai tidak berhasil maksimal dalam mengangkat ekonomi mantan WBP maupun perubahan perilaku. Hal ini dipaparkan dalam Diseminasi Evaluasi Program Deradikalisasi di Dalam Lembaga Pemasyarakatan , Kamis (8/2) di Jakarta. Pemaparan merupakan hasil asesmen DASPR Daya Makara Universitas Indonesia sejak Juli 2017. Faisal Magrie, Koordinator Program DASPR Daya Makara UI, program-program yang bersifat inklusif seperti Management Training dan Life Management Training (CMT-LMIT) merupakan praktik terbaik karena sifatnya yang p...