Lapas 'High Risk' Napi Teroris Dikebut Rampung Tahun Ini
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna
Hamonangan Laoly menargetkan lembaga pemasyarakatan khusus dengan super
maksimum security rampung tahun ini. Lapas yang diberi nama Lapas Karanganyar,
di Nusakambangan tersebut diperuntukan untuk narapidana beresiko tinggi 'high
risk' seperti narapidana terorisme. Lapas tersebut memiliki standar pengamanan
tingkat tinggi dan teknologi canggih.
"Mudah-mudahan
selesai tahun ini kalau tidak molor-molor dikit. itu memang keluar saja sudah
pakai body sensor. Jadi itu sistem IT-nya sangat baik," ujar Yasonna usai
rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin
(4/6).
Menurutnya,
dalam Lapas yang memiliki daya tampung 520 orang tersebut juga menggunakan
sistem one man one cell. Itu juga seperti yang terjadi Lapas
Pasir Putih dan Lapas Batu di Nusakambangan. Namun kata Yasonna, meski
pengamanan super ketat, lapas dibuat nyaman dan memadai bagi warga binaan.
"Itu one
sel one person. ada 24 CCTV betul-betul sangat dipantau dan (sinyal) di
jammed dan nggak ada komunikasi sama sekali. Pagar pengamanan memenuhi standar
beberapa lapis," kata Yasonna.
Menurut
Yasonna, lapas seperti Lapas Karanganyar begitu dibutuhkan mengingat masih
banyaknya narapidana terorisme tersebar di berbagai lapas biasa di Indonesia.
Apalagi dengan maraknya penangkapan terduga teroris menyusul rusuh di Mako
Brimob, peledakan bon dan penyerangan di Surabaya, hingga penyerangan di
Mapolda Riau. Menurutnya, napi dengan tinggi resiko itu harus dibuat terpisah
dengan napi umum lainnya.
"Prinsip
kita sekarang daripada di daerah, dibuat di satu tempat dan itu pun kan napiter
punya kategori-kategori. Ada yang ideolog itu di maksimum, ada yang bisa dibina
dan sudah bisa dibina itu digeser," kata dia.
Menurutnya,
apalagi dengan adanya program deradikalisasi BNPT yang saat ini sudah resmi
diatur dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Akan lebih baik jika
proses pembinaan dilakukan di satu tempat khusus. Selain itu juga, Lapas juga
bisa diperuntukan bagi napi high risk lainnya seperti gembong narkotika.
"Disitu
bisa saja kita buat. Kalau gembong besar ya bisa kita taruh di satu blok
Karanganyar itu. Tentu pisah (dengan napi teroris). kan ada beberapa blok ada
lima blok. jangan digabung dong," ujar Politikus PDIP.
Saat
ini progres pembangunan Lapas yang menelan biaya ratusan miliar tersebut masih
dalam proses. Namun anggaran pembangunan tersebut sudah disetujui untuk rampung
akhir tahun ini
"Sudah-sudah.
Kan mula-mula tahun 2016, Rp50 miliar, pematangan lahan, tambah Rp 50 miliar,
tahun ini tambah Rp150 miliar. Kalau yang Karanganyar dengan persetujuan
Menkeu kami akan kejar tahun ini. memang sangat berat. Sekarang kan kondisinya
hampir 40 persen. harus segera kita," kata Yasonna.
Sumber : http://www.republika.co.id
Komentar
Posting Komentar