Ikuti Pelatihan Membuat Teralis, Hingga Tenda Perkawinan


MALANG – Balai Pemasyarakatan Klas 1 Malang ingin melengkapi mantan warga LP Lowokwaru dengan kemampuan dan skill untuk bekerja. Kemarin, Bapas Klas 1 Malang yang berkantor di Jalan Barito 1, memulai pelatihan las untuk pembangunan tenda dekorasi pernikahan.

“Kita memberikan pelatihan praktek las untuk pembuatan teralis. Secara spesifik, kita beri pelatihan pembuatan kerangka tenda kawinan yang biasa dipakai untuk acara pernikahan,” kata Kepala Bapas Sudirman kepada Malang Post. 

Menurut Sudirman, acara pelatihan las teralis dan kerangka besi ini, diikuti oleh 30 orang. Para peserta, adalah mantan warga LP Lowokwaru yang kini menjadi klien dari Bapas Klas 1 Malang.Menurut Sudirman, pelatihan yang diberikan diharapkan bisa membekali para mantan warga binaan Lapas untuk kembali berasimiliasi dan beradaptasi dengan masyarakat. Sudirman juga menyebut pelatihan seperti ini akan terus digelar.
“Sesuai dengan anggaran kita, Bapas Klas 1 Malang, bakal berupaya menghelat pelatihan untuk memberi skill praktis bagi klien, agar memiliki kemandirian dalam mencari penghidupan,” tandas Sudirman. 

Para peserta pelatihan, merupakan klien Bapas yang berada di sekitar Malang Raya. Sementara itu, instruktur dari Las Anugerah Jalan MT Haryono gang 2, M Kholili Mukti mengatakan, pelatihan ini digelar dalam dua sesi utama. Sesi pertama yang digelar kemarin, adalah sesi teori. Kholili menjelaskan soal semua hal yang diperlukan untuk membuat kerangka terop manten.

“Hari pertama, kita jelaskan soal dasar menghitung jumlah bahan untuk membuat kerangka terop yang sudah direncanakan secara detail. Kami juga memberi basic untuk menggambarkan secara lengkap potongan-potongan besi yang akan dilas dalam sebuah kertas,” jelas Kholili kepada Malang Post.

Tujuan pemberian materi dasar teori untuk membangun kerangka terop, adalah agar peserta sudah tahu berapa jumlah bahan yang harus disediakan untuk membangun satu tenda. Setelah satu hari teori, Kholili akan memberikan materi praktek mulai hari ini. Supaya, para peserta pelatihan bisa mendapatkan ilmu dalam mengelas besi.

“Selain memberikan ilmu praktek, kita juga mengingatkan mereka, bahwa mengelas juga harus memperhatikan keselamatan kerja,” tutup Kholili, yang juga Ketua Karangtaruna Kota Malang itu.(fin/sir)

sumber: https://www.malang-post.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuatkan Nilai Pancasila, BPIP Perlu Payung Hukum Berupa UU

Ngamuk, Napi Nusakambangan Rusak Fasilitas Lapas

30 Pegawai Lapas Dan Rutan Dilatih Kesamaptaan