Belum Habis Masa Tahanan, 33 Penghuni LP Lowokwaru Diwisuda Jadi Duta Al-Quran
| Suasana wisuda warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru Kelas I Malang sebagai pengajar Al-Quran. (Foto: Istimewa) |
JATIMTIMES, MALANG – Delapan bulan usai peresmian pada Juni 2017 lalu, Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru Kelas I Malang hari ini (20/2/2018) menggelar wisuda pertama pada 33 santrinya. Para narapidana atau warga binaan yang lulus tersebut kini mengantongi sertifikat resmi sebagai pengajar Al-Quran.
Kepala LP Lowokwaru Kelas I Malang Krismono mengungkapkan, keberadaan ponpes di dalam penjara itu merupakan salah satu upaya pemasyarakatan warga binaan dari yang sebelumnya terlibat tindak pidana menjadi manusia yang lebih baik. "Ini adalah bukti dari kerja keras kita, bahwa pesantren At-Taubah ini benar-benar berjalan sesuai dengan kurikulum yang sudah kita terapkan,'' ujar Krismono.
Para santri yang telah menjalani prosesi wisuda tersebut diharapkan bisa menjadi pengajar Al-Quran di lingkungan LP Lowokwaru. Bahkan ketika mereka bebas, juga bisa menjadi pengajar di lingkungan masyarakat. "Kami berharap ke depan semakin banyak warga binaan yang bergabung dalam Ponpes At-Taubah," tuturnya.
"Saat ini baru 251 santri yang bergabung, targetnya 50 persen penghuni LP mau bergabung menjadi santri sehingga pembinaan spiritual keagamaan untuk mencetak masyarakat yang lebih baik dari balik LP bisa terwujud," lanjut Krismono. Meski demikian, menjadi santri di Ponpes At-Taubah LP Lowokwaru tidaklah mudah. Sebab calon santri harus menjalani proses seleksi dasar membaca Al-Quran dan pengetahuan keagamaan.
"Harapan kami tiga bulan ke depan bisa melakukan wisuda bagi pengajar Al-Quran dengan jumlah yang lebih banyak," imbuh Krismono. Untuk diketahui, Ponpes At-Taubah diharapkan dapat mencetak Ahlul Qur'an sekaligus guru Al-Quran berkualitas dan tersertifikasi resmi dengan pengajaran metode UMMI. "Sehingga para santri yang selama ini dianggap sebagai penyakit masyarakat bisa bertaubat, tidak mengulangi lagi kejahatannya, serta diterima di masyrakat pasca bebas. Menjadi sosok baru, yakni Duta Al Qur'an," pungkasnya.
sumber: http://www.jatimtimes.com
Komentar
Posting Komentar