Bangladesh-Afghanistan Study Visit Pembinaan Lapas-Rutan Indonesia di 2018
![]() |
| Collie F. Brown bersama Yasonna Hamonangan Laoly |
Kinerja atas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
membina Warga Binaan Pemasyakatan diapresiasi lembaga United Nations Office on
Drugs and Crime. Bangladesh dan Afghanistan pada 2018 mendatang akan melakukan
study visit ke Lembaga Pemasyarakatan maupun Rumah Tahanan Negara di
Indonesia.
Country Manager United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC)
Indonesia Collie F. Brown menuturkan, bahwa pembinaan yang dilakukan oleh unit
kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenumham) melalui Direktorat
Jenderal Pemasyarkatan (Ditjen PAS) melatih atau membina Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP) di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah
Tahanan Negara (Rutan) dinilai sangat baik.
Bahkan, menurutnya negara lain akan belajar ke Indonesia terkait atas
langkah pembinaan WBP di Lapas maupun Rutan di Indonesia tersebut.Bangladesh
dan Afghanistan pada 2018 mendatang akan melakukan study visit ke
Indonesia.
"Untuk mempelajari program-program pembinaan di Ditjen PAS,"
ucap Brown di ruang kerja Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Rabu
1 Novmber 2017.
Brown dalam pertemuan resmi dengan Menteri Yasonna mengungkapan, masih
ramainya pemberitaan di media massa akan kinerja Lapas maupun Rutan di
Indonesia yang cenderung selalu bernilai negatif. Dan seakan - akan tidak ada
kinerja yang membanggakan yang dilakukan oleh Ditjen PAS unit kerja Kemenkumham
ini. Padahal, sebaliknya pihak asing justru sudut pandang berbeda atas kinerja
Ditjen PAS.
"Masyarakat belum sepenuhnya memberikan dukungan, apresiasi, dan
merayakan hasil pemasyarakatan. UNODC selalu siap membantu dan men-support
Kemenkumham khususnya Ditjen PAS untuk melakukan reformasi
pemasyarakatan," ujarnya menjelaskan.
Menanggapi hal tersebut, Menkumham mengatakan terima kasih atas kerja
sama dan dukungan yang diberikan UNODC Indonesia. Dan sangat menghargai atas
kerja sama yang telah dilakukan sekarang ini dan yang akan datang.
Menkumham menambahkan, memang masih ada orang yang memandang sebelah
mata akan pemasyarakatan. Bahkan mempermasalahkan soal remisi misalnya. Padahal
tidak tahu persis permasalahan yang ada.
"Coba kalau mereka menginap satu minggu saja di Lapas yang over
crowded, pasti akan lain ceritanya," ujar Yasonna didampingi Sekretaris
Ditjen PAS Sri Puguh Budi Utami.
Sumber : kumparan.com

Komentar
Posting Komentar