Produk Narapidana Indonesia Kebanjiran Pesanan dari Luar Negeri
Siapa sangka hidup di balik
jeruji besi alias lembaga pemasyarakatan (Lapas) membuat para tahanan menjadi
mati akal dan tidak bisa menghasilkan karya.
Selama masa tahanan, para
narapidana dididik untuk mandiri secara ekonomi dengan belajar menciptakan
barang yang laku dijual. Bahkan produk buatan para narapidana ini telah mampu
menembus pasar dunia.
Penjaga Lapas Narkotika
Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Cipinang Haidar Fikri mengatakan, produk furniture
berbahan rotan hasil kerajinan para narapidana Rutan Cirebon berhasil masuk ke
pasar Singapura, Jepang, Jerman dan Perancis. Produk tersebut diminati oleh
pasar ekspor karena memiliki kualiatas baik, rapih, dan sesuai kreasi pesanan
ekspor.
"Jadi ada beberapa
produk napi yang di ekspor ada bangku satu set dengan meja dari rotan sintetis.
Itu ada kita udah impor ada yang ke Jerman dan Prancis," katanya kepada
Metrotvnews.com dalam pameran Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang,
Banten, Rabu 11 Oktober 2017.
Selain mebel rotan sintetis,
mangkuk-mangkuk etnis dari Kalimantan dan Papua juga diminati pasar asing.
Bahkan rumah fashion di NewYork Amerika Serikat juga tertarik menggunakan
produk dari narapidana Indonesia. Mereka menawarkan kerja sama berupa pembuatan
produk tas kulit yang akan dikerjakan napi Tanah Air.
Untuk mengimplementasikan
kerja sama tersebut, lima narapidana bersama Yayasan Jera Foundation selaku
pembina napi diundang ke New York pada bulan depan.
"Untuk membuat produk
unggul seperti tas dan ini dari kulit ini ada sponsornya dan kita diundang di
New York untuk mengikuti semacam pertemuan dan melihat profil dari produk
kita," ungkap dia.
Ketua Yayasan Jera
Foundation Gusti Arief mengungkapkan, pihaknya memang mengembangkan potensi
warga binaan dengan memberikan pelatihan kerajinan tangan dan furniture. Hingga
kini sudah banyak produk warga binaan yang di ekspor ke luar negeri seperti
furniture.
"Dari program ini kita
membina napi yang memiliki kreatifitas yang nantinya mereka ke depan tidak akan
melakukan kesalahan lagi," ungkapnya.
Setiap narapidana
mendapatkan uang dari produk yang dia hasilkan. Namun yayasan Jera enggan
merinci lebih jauh omset dan keuntungan yang diperoleh dari ekspor produk
karya napi tersebut.
"Mereka ketika bekerja
di dalam ketika menghasilkan akan mendapat premi dan berlangsung cukup lama.
Jadi selisih penjualan kepada napi dan mereka akan ditabung uangnya dan bisa
dikirimkan kepada orang tua," tutup dia.
TEI 2017 yang mengusung tema
Global Partner for Sustainable Resources ini diikuti kalangan pengusaha dari 79
negara, yang direkomendasikan KBRI dan KJRI termasuk 100 delegasi bisnis dari
Arab Saudi.
Adapun TEI 2017 menampilkan
lebih dari 300 produk dan jasa di Indonesia. Semua produk dan jasa yang
dipamerkan dibagi dalam 7 zona produk potensial dan unggulan nasional.
Zona-zona tersebut adalah furniture and furnishing, fashion, craft and creative
products, premium products, strategic industries, manufacturing products and
services, food and beverages, dan province premium products.
Sumber : Metrotvnews.com
Komentar
Posting Komentar