Masjid At Taubah Sentral Pembinaan Moral dan Agama Para Napi Lapas Siantar


Masjid At Taubah Sentral Pembinaan Moral dan Agama Para Napi Lapas Siantar
Masjid At Taubah di Komplek Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pematamgsiantar 
SIANTAR - Dari sejumlah bangun gedung yang ada di komplek Lembaga Pemasyarakatan Klas II Pematangsiantar Jalan Asahan, berdiri kokoh bangunan masjidyang  mampu menampung 330 narapidana salat berjamaah.

Adalah Masjid At-Taubah namanya. Nama itu diharapkan sebagai doa atau harapan agar orang, khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beribadah di dalamnya bisa mendapat pertobatan dan hidayah dari Tuhan. 

"Masjid itu dikasih nama At Taubah agar para warga binaan pemasyarakatan menemukan jalan atau cara yang baik dalam hidup. Agar nantibketika habis masa tahanan mereka bisa bermanfaat dan berbaur dengan masyarakat lainnya," kata Kepala Pengawas Lembaga Pemasyarakatan, Batara Hutasoit, Selasa (20/6).

Diceritakan Batara, keberadaan masjid ini bisa dibilang sentral dalam membina para narapidana kriminal yang terjerat berbagai pelanggaran pidana. Lewat masjid ini para tokoh agama dan masyarakat bisa menyampaikan pesan moral dan agama ke narapidana. 

"Peran masjid itu sentral sebagai wadah penyampaian moral dan nilai keagamaan untuk membangun kembali para narapidana atau warga binaan kita. Apalagi selama Ramadan. Setiap malam digelar salat Tarawih dan ceramah ustaz yang kita undang dari luar," kata Batara.

Pantauan tribun-medan.com, suasana di dalam masjid udaranya terasa sejuk, lantaran didesain setiap sisi dari bangunan utama di sertai teras. Sehingga sirkulasi udara membuat masjid tidak perlu Air Conditioner.

Kebersihannya cukup terjaga yang dibersihkan secara berkala dan rutin oleh warga binaan. Membersihkan dan merapikan masjid juga dijadikan bagian dari membentuk pengabdian warga binaan. 

Di sekitar masjid juga dilestarikan sejumlah tanaman hias dan bunga. Beberapa tanaman pangan sepwrti kacang-kacangan dan asayuran juga menjadi bagian dari masjid ini. Sehingga keasrian jadi khas masjid ini. Di bagian dalam Masjid ini sejumlah kaligrafi Arab khas Islami yang bertuliskan ayat Al Quran tampak menghiasi tiap sisi bangunan.

Kalapas Klas IIA Pematangsiantar, Mananti Sukardi Sianturi mengatakan, sejumlah kegiatan agama Islam selain salatvlima waktu dan salat wajib lainnya dapat memberi perubahan mental para narapidana. Di anataranya kegaiatan tadarusan, ceramah kultum selama Ramadan, buka puasa bersama, tarawih berjamaah. 
"Adanya rumah ibadah masjid ini sedikit banyak membentuk nuansa kebersamaan warga binaan. Harapannya memang itu kegiatan positif secara spiritual bersama," kata Kalapas. (*) 

Sumber : medan.tribunnews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pegawai Lapas Dan Rutan Dilatih Kesamaptaan

Kuatkan Nilai Pancasila, BPIP Perlu Payung Hukum Berupa UU

Denny Menjawab SMS Anda