Pilgub Banten, KPU Akan Siapkan TPS di Rutan dan Lapas
| Gubernur Banten Rano Karno (tengah, bertutup kepala hitam) didampingi Ketua Adat masyarakat Kasepuhan Cisungsang Abah Usep (keempat dari kiri) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta (ketiga dari kiri) dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya (keenam dari kiri) serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Banten menyaksikan acara Seren Taun di Cisungsang, Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. |
Serang - Dalam melaksanakan pemungutan suara untuk
pemilihan gubernur (Pilgub) Banten, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat
akan menyiapkan 11 tempat pemungutan suara (TPS) di Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di wilayah Provinsi
Banten.
Kesebelas TPS itu terdiri atas 1 TPS di Lapas Serang, 1 TPS di Rutan
Rangkasbitung, 1 TPS di Lapas Pandeglang, 2 TPS di Lapas Kabupaten
Tangerang, 5 TPS di Lapas Kota Tangerang, dan 1 TPS di Lapas Cilegon.
“KPU sebagai penyelenggara pemilihan berupaya dan bekerja untuk
memfasilitasi warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih untuk
dapat menyalurkan aspirasinya. Tak kecuali mereka yang sedang berada di
dalam tahanan,” kata Komisioner KPU Banten Didih M Sudi di Serang, Kamis
(1/9).
Menurut Didih, tidak ada DP4 khusus untuk penghuni Lapas, tetapi
langsung DPT. Warga binaan yang merupakan penduduk Banten yang sampai
tanggal 15 Februari 2017 masih menghuni Lapas dan Rutan akan didata.
Lebih lanjut Didih mengatakan, selain menyiapkan TPS bagi penghuni
Lapas dan Rutan, KPU Banten juga menyiapkan TPS di lingkungan rumah
sakit dan lokasi penggusuran. “Selain Lapas dan Rutan, kami juga
memetakan TPS-TPS di tempat rawan pendataan dan mobilitas yakni di
lingkungan rumah sakit dan lokasi penggusuran,” katanya.
Didih menjelaskan, untuk Lapas dan Rutan TPS akan ditempatkan di
dalam ruangkan, sementara untuk rumah sakit KPU menyediakan TPS di
lokasi terdekat ke RS tersebut. “Lokasi terdekat tersebut dapat
dimanfaatkan untuk pasien dan penunggunya, dokter, dan tenaga medis yang
bertugas saat itu,” katanya.
Sedangkan lokasi penggusuran, kata Didih, pihaknya baru menemukan di
Kota Tangerang. Di sana ada warga yang terkena proyek kereta bandara
yang beralamat di Kecamatan Tangerang Kelurahan Tanah Tinggi.
“Sebagian besar warga teridentifikasi pindah ke Kelurahan Kedaung
Wetan dan Kelurahan Kedaung Baru Kecamatan Neglasari sekitar 2 TPS, ini
ditemukan berdasarkan laporan dari PPK,” kata Didih.
Sumber: beritasatu.com
Komentar
Posting Komentar