Asik, Lapas Tenggarong Dilengkapi Telepas

TELEPAS: Fasilitas telepon lapas di Tenggarong ini dinilai cukup membantu para napi untuk komunikasi ke keluarga mereka. Selain minimalkan upaya napi membawa ponsel, para napi tetap diawasi dan terpasang alat penyadap.
TELEPAS: Fasilitas telepon lapas di Tenggarong ini dinilai cukup membantu para napi untuk komunikasi ke keluarga mereka. Selain minimalkan upaya napi membawa ponsel, para napi tetap diawasi dan terpasang alat penyadap.


TENGGARONG – Selama ini, telepon telah menjadi barang berharga di lembaga pemasyarakatan (Lapas). Namun, para penghuni lapas tak perlu khawatir dengan kesulitan sarana telekomunikasi tersebut. Pasalnya, Lapas Kelas IIB Tenggarong kini menyiapkan sebuah warung telekomunikasi (Wartel) yang dikhususkan bagi para tahanan.
Wartel khusus napi atau dikenal dengan Telepas (Telepon Lapas) itu merupakan program Kementerian Hukum dan HAM sejak dua bulan lalu berada di Lapas. Tapi, untuk operasional Telepas masih menunggu penghitungan biaya per menit saat berbicara.
Kepala Lapas Kelas IIB Tenggarong, Muhammad Iksan kepada media ini menjelaskan, Telepas juga dilengkapi alat penyadap untuk hindari hal tidak diinginkan. “Sengaja dipasang alat penyadap untuk minimalisir tindak kejahatan melalui Telepas. Jika tak dilengkapi alat penyadap, bisa saja napi lakukan transaksi narkoba atau rencanakan kejahatan melalui fasilitas telekomunikasi tersebut,” ujar Iksan, Rabu (7/9).
Iksan kembali mengatakan, tarif bicara Telepas hingga kini masih dibahas dengan libatkan sejumlah pihak terkait. Sebab, penghitungan tarif tak boleh sembarangan, karena langsung masuk ke kas negara.
”Kita syukur, bagaimana napi di lapas saat ini tak main “kucing-kucingan” untuk membawa telepon selular dari luar. Kita sudah siapkan fasilitas Telepas, tinggal bagaimana mereka manfaatkan. Jika tetap ditemukan ponsel di lapas, tentu sanksinya cukup tegas,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan Lapas, Maimunah mengaku senang dengan fasilitas tersebut. Menurutnya, fasilitas itu memudahkan untuk hubungi keluarga. “Biasanya, siapa yang punya ponsel akan jadi bos di lapas. Tapi, sekarang tidak lagi. Saya bisa hubungi keluarga dengan biaya lebih murah,” kata Maimunah, kemarin.
 
Sumber: korankaltim.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kuatkan Nilai Pancasila, BPIP Perlu Payung Hukum Berupa UU

Ngamuk, Napi Nusakambangan Rusak Fasilitas Lapas

30 Pegawai Lapas Dan Rutan Dilatih Kesamaptaan