Antasari Azhar dan Ratusan Narapidana Tarawih Bergiliran
| Antasari Azhar |
TEMPO.CO, Tangerang – Ratusan narapidana beragama
Islam penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kota Tangerang menjalankan
ibadah salat tarawih dengan cara bergiliran. Ini dimaksudkan demi
terjaganya keamanan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kota Tangerang Dedi Handoko mengatakan
ada 919 warga binaan beragama Islam dari total 1.081 narapidana di
penjara itu. Mereka beribadah puasa Ramadan. Sebagian dari mereka
menjalankan ibadah salat tarawih dan tadarus Al-Quran pada malam hari.
Lantaran daya tampung masjid dalam LP terbatas yang hanya bisa
menampung 131 orang, selain salat tarawih bergiliran, salat sunah itu
dilakukan di blok hunian masing-masing. “Tarawih bergiliran mengingat
masjid di LP daya muatnya terbatas. Keamanan perlu ekstra hati-hati,”
kata Dedi kepada Tempo, Ahad, 28 Juni 2015.
Dedi berujar, pihaknya mengundang penceramah agama untuk memberi
siraman rohani setelah salat tarawih. Para pendakwah ini diundang dari
Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang, dan pondok
pesantren.
Diantara narapidana yang puasa, tarawih, dan tadarus adalah Antasari
Azhar, bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menjalani masa
hukuman 18 tahun penjara dan sedang mengajukan peninjauan kembali atas
perkara yang membelitnya, yakni pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali
Banjaran Nasruddin Zulkarnaen.
“Pak Antasari seperti warga yang lain, melaksanakan puasa dan
tarawihan,” ujar Dedi saat Tempo bertanya soal aktivitas Antasari.
Terkait dengan pengurangan hukuman khusus Lebaran, dari jumlah 919 itu,
584 orang narapidana memenuhi syarat untuk mendapat remisi.
Sumber : tempo.co
Komentar
Posting Komentar