Mengintip Kegiatan Napi dan Tahanan di Rutan Pekanbaru
| Personel Kodim Pekanbaru memberikan materi wawasan kebangsaan di Rutan Pekanbaru.(detik.com) |
Pekanbaru – Rumah Tahanan Negara (Rutan) idealnya
hanya untuk mereka berstatus tersangka dan terdakwa. Namun faktanya,
Rutan Klas IIB Pekanbaru, Riau, juga dihuni para narapidana.
Rutan itu kini dihuni 961 orang. Mereka terdiri dari status tahanan dan napi. Padahal seharusnya berkasitas 561 orang saja.
“Namun saat ini jumlahnya over kapasitas sampai 916 orang. Mereka ini
terdiri status tahanan dan napi,” kata Kepala Rutan Pekanbaru, Sugeng
di ruang kerjanya, di Jalan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Rabu
(27/5/2015).
Saat detikcom berkunjung, pihak Rutan terlihat sedang menggelar
kegiatan penambahan wawasan kepada para napi dan juga tahanan.
Pembekalan itu, difokuskan untuk menambah wawasan kebangsaan. Pemateri
dalam sepekan ini dihadirkan dari Kodim 0301 Pekanbaru, Batalyon
Artileri Pertahanan Udara Sedang 13/Parigha Bhuana Yudha dan Brimob
Daerah Riau.
“Hari ini pemateri wawasan kebangsaan diberikan dari pihak Kodim
Pekanbaru. Ini perlu diberikan pemahaman kepada napi dan tahanan agar
mereka mengetahui soal wawasan kebangsaan, serta berbagai aturan hukum
yang berlaku,” kata Sugeng.
Kegiatan seperti ini, kata Sugeng, merupakan program yang
diselenggarakan pihak Rutan, terutama untuk mereka yang berstatus
tahanan. Ini diperlukan, agar mereka nantinya bisa mengerti setelah
menerima putusan dari pengadilan.
“Para tahanan ini perlu diberikan pemahaman soal kebangsaan, agar
mereka setelah menerima vonis bisa mengerti. Di samping itu, kami juga
banyak membuktikan para tersangka selama ini banyak yang tidak bisa
menghafal Pancasila,” kata Sugeng.
Selain kegiatan seperti itu, lanjut Sugeng, pihak Rutan dalam sebulan
dua kali melakukan tes darah terhadap tahanan baru. Tes darah ini untuk
mengetahui apakah tahanan terkena HIV dan AIDS atau tidak.
“Pengecekan itu rutin kita lakukan dua kali dalam sebulan. Bila ada
status tahanan terinfeksi HIV dan AIDS, maka kita akan menempatkannya
secara terpisah,” kata Sugeng.
Namun demikian, pihak Rutan tidak akan memberitahu kepada siapa pun ihwal tahanan yang terjangkit virus mematikan itu.
“Semuanya tetap kita rahasiakan, hanya kita saja yang mengetahui. Ini
agar tahanan itu secara psikologi tidak merasa terkucilkan di dalam
Rutan. Jadi semuanya tetap kita rahasiakan,” kata Sugeng. (cha/rul)
Sumber : detik.com
Komentar
Posting Komentar