Lapas Anak Tomohon Tunggak Rekening Listrik Hingga Rp114,5 Juta
| Ilustrasi |
Bisnis.com, TOMOHON—Lapas Anak Kelas IIB Tomohon menunggak rekening listrik selama 13 bulan hingga total tunggakan mencapai Rp114,5 juta.
Kepala PLN Rayon Tomohon Priska Kawatu mengatakan pihaknya sudah berupaya menyampaikan permohonan, baik secara tertulis maupun lisan, mengenai tunggakan tersebut. “Namun, hingga kini belum direalisasikan pembayarannya," katanya, Rabu (25/2/2015).
Dia pun berharap itikad baik dari kepala Lapas menyelesaikan tunggakan rekening apalagi waktunya sudah setahun lebih dan PLN belum melakukan pemutusan aliran listrik.
"Kami sudah menyampaikan kepada kepala Lapas sebelumnya, tapi hingga kini belum ditindaklanjuti. Nah, sekarang ini sudah kepala Lapas yang baru, mudah-mudahan kooperatif dan bisa menyelesaikan tunggakan," ujarnya.
Dia menduga salah satu kendala sehingga tunggakan listrik menumpuk sampai beberapa bulan karena anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi.
Sementara itu, Kepala Lapas Anak Jaka Prihatin yang dikonfirmasi membenarkan bila rekening listrik lembaga yang dipimpinnya menunggak setahun lebih. Namun, jajarannya akan berupaya melunasinya sambil berkoordinasi dengan pimpinan di atasnya.
"Memang pada saat pengajuan daftar isian pelaksanaan anggaran atau DIPA hanya sedikit, sehingga hingga Desember terjadi tunggakan sebanyak 11 bulan. Saya sudah sampaikan ke pimpinan dan masih menunggu tindak lanjutnya," ujarnya.
Tunggakan yang hingga Februari ini sudah mencapai 13 bulan belum sepenuhnya dibayarkan, apalagi dari usulan anggaran listrik tahun ini sebesar Rp120 juta yang disetujui hanya sebesar Rp96 juta.
"Tapi kami akan berusaha untuk menutupi tunggakan tersebut. Memang pembayaran tunggakan sudah kami usulkan dalam anggaran belanja tambahan, namun belum terealisasi," jelasnya.
Sumber : Antara.com
Komentar
Posting Komentar