Napi Bantu Jaga Kebersihan Kota


PANGKALPINANG - Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Kebersihan dan Kebakaran (DKK), resmi menjalin kerjasama dengan Lapas Kelas II A Tuatunu Pangkalpinang, dalam bidang kebersihan kota. Penandatanganan nota kesepakatan digelar bersamaan dengan penandatanganan 32 MoU dengan mitra kerja dan peresmian gedung baru Lapas Narkotika Kelas III Selindung Pangkalpinang, Rabu (28/1/2015). 

Kepala DKK Kota Pangkalpinang, Drs. Iwansyah mengatakan, kerjasama antara Lapas dengan DKK Pangkalpinang sudah berjalan enam tahun. Para narapidana (napi) kata Iwansyah diperbantukan untuk membantu akan pihaknya dalam menjaga kebersihan Kota.
"Nanti napi yang dilibatkan adalah warga binaan yang hampir habis masa binaannya. Nantinya ada sekitar 50 titik yang menjadi target kerjasama, diantaranya jalan, bandar dan kawasan sampah liar serta titik pantau adipura," kata Iwansyah kemarin.

Kerjasama digelar karena produksi sampah di Pangkalpinang semakin hari kian bertambah. Sementara hingga kini partisipasi masyarakat masih sangat minim dalam menjaga kebersihan. Menurut Iwansyah, permasalahan sampah di ibukota Provinsi Babel saat ini sangat memprihatinkan. Data DKK, ada sekitar 102 titik tempat pembuangan sampah liar yang berada di 7 kecamatan Pangkalpinang. Namun yang paling banyak yakni di Kecamatan Gabek dan Pangkalbalam karena masih banyak lahan kosong.
"Makanya kami berharap kegiatan ini bisa dititikberatkan didaerah pemukiman. Karena tujuan kerjasama ini ialah memanusiakan manusia," katanya.
 
Dengan terjunnya warga binaan ketengah-tengah masyarakat, kata Iwan, setidaknya bisa menyadarkan masyarakat untuk lebih membantu dalam penanggulangan masalah kebersihan.
"Karena tujuan kerjasama ini ialah hanya untuk mewujudkan Pangkalpinang menjadi kota yang bebas sampah. Kalau kota dalam keadaan bersih masyarakat juga yang enak dan merasa nyaman,"ujarnya.
 
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Handoyo Sudrajat dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah yang telah berkeinginan untuk menjalin kerjasama dengan pihak lapas. Menurutnya, program ini sangat baik khususnya bagi pembinaan mental kepribadian warga binaan.
"Dengan melibatkan narapidana diharapkan juga sebagai bentuk pembinaan kepada para napi. Tentunya, kerjasama seperti ini sangat penting bagi pembinaan warga binaan,"katanya. (FAN/10)

Sumber : rakyatpos.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pegawai Lapas Dan Rutan Dilatih Kesamaptaan

Kuatkan Nilai Pancasila, BPIP Perlu Payung Hukum Berupa UU

Denny Menjawab SMS Anda