Lapas Kelas IIB Merauke Menanti Jawaban Pemda Merauke
Kepala seksi Urusan Pembinaan dan
Pendidikan sekaligus Pelaksana Harian
Lapas Kelas IIB Merauke Vicktor Appono menyampaikan apresiasi kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam hal pemberian hak kepada warga binaan seperti
Pembebasan Bersyarat (PB), cuti menjelang bebas (CMB) dan Cuti Bersyarat (CB)
yang selama ini berjalan sudah ada pendelegasian. Kalau sebelumnya proses PB
harus diurus langsung ke Jakarta yang cukup memakan waktu dan biaya serta
penyelesaiannya mengalami banyak hambatannya dalam mendukung program pembinaan
kepada para napi.
Keputusan Pemberian hak kepada
warga binaan ini dinilai sangat mendukung program binaan dimana dalam
pengurusan berkasnya sudah dilimpahkan kantor wilayah Jayapura, dengan demikian
akan memperlancar proses pengurusannya. “Oleh karena itu, saya sendiri sebagai
kepala Binadik merasa dengan pendelegasian ini maka kemudahan-kemudahan akan
kita dapatkan dalam hal tingkat koordinasi, jangkauan dan selanjutnya mungkin
biaya yang akan terpakai,”terangnya saat ditemui media ini di ruang kerjanya,
Senin (28/4).
Lebih lanjut ia menjelaskan di
Lapas Merauke hingga saat ini masih berada dalam keterbatasan, baik dana,
fasilitas sarana dan prasarana masih belum cukup atau memadai. Pihaknya telah
menyususn program-program kegiatan tetapi karena keterbatasan dananya maka
kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan akhirnya tertunda. “Inilah yang
membuat keluhan-keluhan dari warga binaan, biasanya mereka sering ada kegiatan
ketrampilan yang harus kita libatkan keluar tetapi karena dana yang tidak
mencukupi akhirnya kegiatanya tidak terlaksana.”
Mengatasi permasalahan tersebut,
lapas Merauke telah berupaya untuk berkoordinasi dengan Pemda Merauke dalam hal
ini Wakil Bupati Merauke Sunarjo, S.Sos untuk membuka ruang bagi Lapas Merauke terutama
bagi warga binaan untuk bisa bekerja pada pihak ke tiga. Pada prinsipnya bagi warga binaan, apabila
mereka sudah memenuhi syarat, substansi dan administrasi serta menjalani seperdua hukuman, berkelakuan
baik, tidak membuat pelanggaran maka akan diupayakan mereka untuk bekerja atau
berasimilasi di luar Lapas. Namun kondisi yang serba terbatas membuat Lapas
Merauke terus berupaya untuk mebuat terobosan-terobosan yang salah satunya
meminta perhatian dari Pemda Merauke.
Wakil Bupati Merauke lalu merespon
apa yang menjadi atensi khusus di Lapas Merauke
yakni siap membantu Lapas Merauke dari segi bantuan dana, untuk itu
janji tersebut masih terus dinanti-nantikan Lapas Merauke kapan janji tersebut
bisa segera terealisasikan. Dilihat dari begitu kecilnya dana yang
diberikan kepada pihak Lembaga
Pemasyarakatan sebagai Unit pelaksana tekhnis
membuat pengurus lapas akan kebingungan kalau tanpa ada dukungan dari
Pemda Merauke sendiri. Bagaimana pun berhasilnya suatu pekerjaan apa bila didukung oleh dana dan juga sarana dan
prasarana yang cukup.
Sumber : suara.merauke.go.id
Komentar
Posting Komentar