KPU DKI Targetkan 90 Persen Warga Binaan Rutan dan Lapas Berpartisipasi dalam Pileg
Sabtu, 29
Maret 2014
| Ilustrasi Pemilu 2014 (sumber: Istimewa) |
Ketua KPU
DKI Jakarta, Sumarno berharap, sosialisasi yang dilakukan pihaknya akan
meningkatkan jumlah partisipasi warga binaan rutan dan lapas di Jakarta.
Diharapkan, tingkat partisipasi warga binaan pada pileg kali ini dapat mencapai
90 persen.
"Kita
targetkan 80 sampai 90 persen," kata Sumarno usai sosialisasi di Rutan
Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (28/3).
Sumarno
menyebutkan, target ini lebih tinggi dari Pilkada Gubenur dan Wakil Gubernur
DKI 2012 lalu yang tercatat sebanyak 75 persen warga binaan menggunakan hak
pilihnya. Tingginya partisipasi warga binaan lantaran warga binaan tidak
beraktivitas di luar rutan atau lapas.
"Antusiasmenya
memang selalu tinggi di rutan dan lapas," jelasnya.
Dikatakan,
tercatat terdapat 15.000 wargan binaan yang tersebar di DKI, seperti Rutan,
Lapas, dan Lapas Narkotika Cipinang, serta Rutan dan Lapas Salemba. Ribuan
warga binaan ini akan menggunakan hak suaranya di 45 tempat pemungutan suara
(TPS) yang tersedia di seluruh rutan dan lapas.
Sosialisasi
di Rutan Pondok Bambu ini diikuti sebanyak sekitar 75 wanita dari sekitar 1.000
warga binaan. Puluhan warga binaan yang merupakan kepala kamar di rutan yang
khusus untuk wanita ini mendapat sosialisasi mulai dari jadwal pileg, mekanisme
pencoblosan, memasukkan kertas suara, hingga mencelupkan jari usai mencoblos.
Dalam
kegiatan ini, tidak tampak terpidana kasus korupsi pembahasan anggaran
Kemendiknas dan Kemenpora, Angelina Sondakh, dan Gubernur Banten, Ratu Atut
Chosiyah yang menghuni Rutan Pondok Bambu setelah ditetapkan sebagai tersangka
dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada) Kabupaten Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK), dan dugaan korupsi
pengadaan alat kesehatan (alkes) di Banten.
Ketua KPU
Jakarta Timur, Nurdin mengatakan, warga binaan memiliki hak suara selama
pengadilan tidak mencabut hak tersebut. Sosialisasi ini dilakukan agar warga
binaan menggunakan hak pilihnya secara benar. Meski bukan warga Jakarta, setiap
warga binaan akan terhitung dalam daftar pemilih tetap di lokasi rutan.
"Sosialisasi
dan informasi mengenai pemilihan legislatif kepada warga binaan rutan di
Jakarta Timur baru dilakukan hari ini. Pesertanya para pengurus kamar yang ada
di rutan," kata Nurdin.
Sumber: www.beritaterkait.com
Sumber: www.beritaterkait.com
Komentar
Posting Komentar