Seorang Warga Binaan Diindikasi Terjangkit HIV


Seorang Warga Binaan Diindikasi Terjangkit HIV

27 Februari 2014

 


PATARUMAN – Kepala Lapas Kelas III Kota Banjar Drs Dadang Sudrajat MSi mengakui salah seorang warga binaannya ada yang mengidap virus yang mematikan. Kata Dadang, pihaknya sangat bersyukur Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Banjar melakukan penyuluhan terhadap warga binaannya, kemarin.
Sehingga harapan dia para warga binaannya menjadi sadar dan mengerti penyakit yang mematikan itu. “Memang ada satu warga binaan kita yang terindikasi terjangkit virus HIV. Warga ini merupakan pindahan dari Lapas Bandung,” ungkap dia kepada Radar, Rabu (26/2).
 
Sedangkan untuk antisipasi penyakit lainnya, terang dia, pihaknya telah bekerjasama dengan puskesmas dan RSUD Kota Banjar. Pemeriksaan kesehatan untuk warga binaan itu dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali.
“Usulan dokter jaga (hasil pemeriksaan warga binaan) memang sangat baik (kesehatannya). Namun hal itu tetap harus mengusulkan (dilaporkan) ke pusat dan menjadi catatan kami,” terangnya.
 
Sementara itu Sekretaris KPA Kota Banjar dr Hj Nina Tursinah yang melakukan mengunjung Lapas mengatakan, pihaknya tak hanya melakukan penyuluhan bahaya HIV/Aids. Namun para warga binaan itu mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
Terang owner Klinik Bunda Inayah ini, dari beberapa hasil evaluasi pihaknya di sejumlah daerah penyebab begitu mudahnya virus HIV/Aids menular ke para tahanan disebabkan tata ruang yang kecil serta adanya peredaran narkoba. Seks bebas diantara para tahanan walaupun sesama jenis juga bisa menjadi penyebabnya penyakit itu menular.
 
“Meskipun Lapas merupakan tempat yang tertutup dari dunia luar, tetap saja patut kita antisipasi segala kemungkinan itu (penularan penyakit HIV/Aids). Maka hari ini (kemarin) kita lakukan penyuluhan,” bebernya.

Dia menambahkan, saat penyuluhan tentang bahaya HIV/Aids itu juga dimanfaatkan pihaknya untuk melakukan pengobatan massal yang bekerjasama dengan Puskesmas Pataruman II. Dari hasil pemeriksaan terhadap kesehatan warga binaan itu terungkap sejumlah penyakit yang kerap menjangkiti mereka adalah gatal dan pusing.

Maka dia menyarankan Lapas yang saat ini dihuni sekitar 205 warga binaan memiliki dokter jaga yang stand by dan on call setiap saat.

“Saya kira sudah semestinya Lapas ini memiliki dokter jaga atau dokter yang on call jika sewaktu-waktu ada warga binaan yang terserang penyakit,” sarannya. (kun)
 
Sumber : radartasikmalaya.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Pegawai Lapas Dan Rutan Dilatih Kesamaptaan

Kuatkan Nilai Pancasila, BPIP Perlu Payung Hukum Berupa UU

Denny Menjawab SMS Anda