Katumbiri Expo 2013, Keindahan dan Keragaman Kerajinan Nusantara Dalam Balutan Karya Napi Craft
Katumbiri Expo 2013, Keindahan dan
Keragaman Kerajinan Nusantara Dalam Balutan Karya Napi Craft
Rabu, 11 Desember 2013
Jakarta
–
"Katumbiri" yang berarti "pelangi", menginspirasi
penyelenggaraan pameran yang bernuansa pelangi dengan menampilkan keindahan dan
keragaman kerajinan nusantara serta didukung berbagai acara menarik lainnya.
Pameran Nasional yang bertajuk Pameran kreasi dan Hasil kreativitas para warga
binaan pemasyarakatan (WBP) seluruh Indonesia, acara yang berlangsung selama 5
hari dari 11 s/d 15 Desember 2013 bertempat di Planary Hall Jakarta Convention
Center, Senayan.
Bekerjasama dengan Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Ekonomi Kreatif dan
Instansi terkait. Napi Craft 2013 merupakan bagian dari Katumbiri Expo 2013
yang merupakan pameran kreasi dan hasil kreativitas WBP.
Napi Craft 2013
Penyelenggaraan Napi Craft 2013 yang
diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan Kemenkumham pimpinan Ibu Evi Amir
Syamsuddin sebagai wujud kepedulian dan apresiasi atas hasil karya narapidana
Indonesia yang kualitasnya tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga
internasional. "Napi Craft bermuara dari program bengkel kerja produktif
diusung Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Tidak hanya sebagai
pengisi waktu selama berada di lapas/rutan, tapi juga sebagai modal
keterampilan dan mendorong ekonomi kreatif," ujar Evi.
Hadir pula para pejabat negara dan
tokoh masyarakat dalam Pembukaan Opening Ceremony Katumbiri Expo 2013, yakni
Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan,
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, serta
sejumlah pejabat Kemenkumham dan Pejabat Kementerian terkait. Mengalunkan nada
merdu salah satu Diva Indonesia, Vina Panduwinata, juga menghibur acara melalui
suara emasnya dan Aliya Rohali selaku MC.
Para WBP dari sejumlah lapas/rutan
juga akan tampil sepanjang penyelenggaran Napi Craft 2013, seperti penampilan
musik Salemba Band dari Rutan Salemba, penampilan musik tradisional dan band
dari Lapas Banceuy, penampilan musik Waru Band dari Rutan Bandung, kolaborasi
Rampak Gendang dan Angklung dari Lapas Anak Pria dan Anak Wanita Tangerang,
serta penampilan band dan tarian dari Lapas Bogor. Ratusan karya napi seperti
batik, ukuran, lukisan, anyaman, mebel, hingga makanan dan minuman dipamerkan
sebagai bukti keberhasilan program bengkel kerja produktif Ditjen PAS.
Napi Craft bukan hanya sekedar
memajang, menjual dan juga tidaklah hanya sekedar berpromosi dan bertransaksi
tetapi jauh dari pada itu Katumbiri Expo 2013 juga menjadi sarana atau media
untuk mempresentasikan nilai-nilai kreatifitas yang tercipta lewat
tangan-tangan trampil dalam melahirkan produk-produk unggulan untuk
diperkenalkan pada pengunjung serta media lokal maupun international.
Besar harapannya semoga
penyelenggaraan Napi Craft bisa semakin menunjukkan kepada masyarakat luas akan
kreatifitas, inovasi, serta produktifitas hasil karya WBP sebagai bagian dari
program pembinaan mereka selama di lapas/rutan. Diharapkan pula akan semakin
banyak pihak ketiga/pengusaha yang tertarik untuk menjalin kerjasama, baik dari
sisi produksi maupun pemasaran. *** Teks: SN, Foto : Zq, Yosi
Komentar
Posting Komentar