Potong Kurban Lapas, Pisau Diawasi
Potong
Kurban Lapas, Pisau Diawasi
RABU,
16 OKTOBER 2013
DENPASAR
- Penghuni Lapas Kerobokan, Denpasar Bali semringah dengan datangnya Hari Raya
Idul Adha. Pasalnya di hari besar itu warga binaan di sana bisa menikmati
daging sapi dan kambing yang dikurbankan. Menariknya, pisau yang digunakan
untuk memotong hewan-hewan kurban itu diawasi secara khusus.
Pisau-pisau
itu didata sebulum dan sesudah pemotongan hewan. Salat Idul Adha digelar pada
pukul 07.30 di lapangan terbuka Lapas Kerobokan. Haji Mahmudi didapuk menjadi
khotib dan imam salat. Mahmudi adalah perwakilan dari Kanwil Agama Bali.
Sekitar
400 napi dari 979 penghuni lapas mengikuti salat. "Yang dominan di Lapas
Korobokan beragama muslim," kata Kasi Binadik Lapas Kerobokan I wayan Putu
Sutrisna.
Dia
menjelaskan ada tiga sapi dan enam kambing yang dipotong di sana. Daging lantas
kemudian diolah jadi sate dan gule. "Daging-daging itu akan dibagikan ke
semua napi. Termasuk bule yang ditahan di sini," kata Sutrisna.
Tak
hanya itu, para pemotong hewan kurban juga napi. Mereka menggunakan pisau dan parang yang
termasuk benda tajam yang sebenaranya dilarang keras beredar di Lapas.
Namun,
lanjut Sutrisna, pihaknya mengawasi secara ketat penggunaan pisau itu. Petugas
menghitung jumlah pisau yang diberikan sebelum diberikan untuk memotong hewan.
Begitu pula setelah proses potong selesai. "Napi yang ditunjuk untuk
memegang atau menggunakan pisau juga dipilih. Jangan sampai pisau-pisau itu
berpindah tangan dan digunakan untuk hal yang tidak diinginkan. (art/yes/mas)
Sumber : http://m.jpnn.com/news.php?id=195936
Komentar
Posting Komentar