NYALA PELITA DARI BALIK TEMBOK (TULISAN TERAKHIR) : Baret Coklat di Gudep 071-072
NYALA PELITA DARI BALIK TEMBOK (TULISAN
TERAKHIR)
Baret
Coklat di Gudep 071-072
Hukrim - M. Joni Paslah
Minggu, 29/09/2013
Minggu, 29/09/2013
Tak
terhalang tembok tinggi, semangat Pramuka tetap bergaung di Gudep 071-072 Lapas
Anak Kelas II B Pekanbaru. Semangat tinggi untuk menuju Jambore Pramuka tingkat
lokal, daerah, maupun nasional. Demi dunia yang lebih baik.
"Ayo
adik-adik, coba kita duduk melingkar," kata Kak Syaiful mengarahkan
anak-anak untuk duduk melingkar di sebuah pendopo lesehan, layaknya sebuah
kelompok diskusi di sekolah. Ya. Sejak diresmikannya Gugus Depan 071-072 di
Lapas Anak Kelas II B Pekanbaru pada semester kedua 2013 lalu, Kak Syaiful
ditempatkan sebagai Pembina Pramuka untuk membimbing anak-anak Lapas dalam
pendidikan karakter, dan kemandirian.
"Sebagai
Pembina yang ditunjuk di Gudep ini saya akan manfaatkan amanah ini untuk
melatih mereka dengan sebaik-baiknya. Karena secara pribadi ini merupakan
tantangan," ucap kak Syaiful di sela-sela kegiatan melatih anak-anak.
Memang
sejatinya seorang Pembina Pramuka siap ditempatkan di mana saja, dengan medan
yang beragam. Tapi menjadi Pembina di sebuah Lapas Anak pastinya sebuah
tantangan. Karena selain melatih fisik, karakter dan kemandirian, tantangannya
lebih dalam lagi ketika harus mendalami psikis anak. Maklumlah nak-anak ini
tercatat sebagai tahanan dan narapidana, yang telah melakukan perbuatan yang melangar
hukum. Sehingga menjadi kerja keras seorang Pembina untuk membangkitkan batang
terendam.
Sejauh
ini menurut Syaiful belum semua yang tergabung dalam kegiatan Kepramukaan ini.
Baru ada masing-masing 1 regu pa/pi yang totalnya mencapai 17 anak. Jadi masih
harus berusaha lagi bagaimana membuat kegiatan Pramuka di Lapas ini lebih
menarik. Sehingga anak-anak lainnya ikut bergabung. Salah satu yang ikut
bergabung adalah Toni mantan anggota gembong geng motor Klewang. Sementara
Hendra dan beberapa anak lainnya belum tergerak hatinya. Ia masih memilih enjoy
sebagai koki di dapur.
"Kita
memang tak memaksa mereka mereka menjadi anggota Pramuka ini. Tapi akan kita
tunjukkan kepada anak-anak lainnya kalau Pramuka ini menjadi kegiatan positif
untuk menyibukkan mereka. Apakah nanti dengan mengikutkan mereka berkemah, atau
kesempatan jambore, jadi kita akan usahakan kegiatan Pramuka di sini semenarik
mungkin," janji Syaiful yang juga seorang ustadz tamatan UIN Suska ini.
Janji
Syaiful ini sepadan dengan komentar Andalan yang juga salah seorang Wakil Ketua
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Riau, Ardi Basuki. Menurut Ardi yang
juga orang nomor dua di Badan KesbangPolinmas Provinsi Riau ini berujar kalau
penunjukkan seorang Pembina di Lapas Anak Kelas II B Pekanbaru merupakan
terobosan yang sangat baik. Kwartir Daerah Provinsi Riau memang telah lama menargetkan
hal tersebut. Alhamdulillah barulah pada medio 2013 ini cita-cita itu tercapai.
"Seperti
kakak-kakak dan adik-adik generasi Gerakan Pramuka di manapun berada, Pramuka
tugas utamanya adalah mendidik kaum muda ataupun generasi muda. Mendidik dalam
bidang pendidikan berkarakter, mengajarkan jiwa kepemimpinan, dan keterampilan
contohnya. Nah, kelak kita harapkan anak-anak inilah melanjutkan estafet
pembangunan tersebut. Apalagi anak-anak di Lapas Anak Kelas II B Pekanbaru
contohnya. Bagaimana caranya generasi muda kita yang kini kehilangan masa
mudanya di sana?, maka Pramukalah salah satu media bagi mereka untuk mengisi
masa mudanya yang yang mungkin untuk beberapa masa mereka habiskan di dalam
penjara. Jadi, jangan sampai cita-citanya terputus," papar lelaki yang
memiliki senyum khas ini.
Seperti
yang dikatakan Ardi memang sebagai wadah pembinaan dan pengembangan karakter
generasi muda, terlebih lagi adik-adik yang masih 'menetap' di dalam Lapas,
kegiatan Pramuka merupakan salah satu jalan yang diharapkan efektif untuk
membangun kembali 'dunia' para tahanan anak yang hilang. Terisolasi fisik dari
pusat-pusat keramaian, sekolah, dan rumah, membuat 'tekanan psikologis'
tersendiri bagi anak-anak yang kurang beruntung ini. Perlu pendekatan yang
intensif untuk memicu nilai-nilai positif yang sempat mengendap di dada mereka.
"Dengan
Pramuka Kakak yakin mereka akan punya semangat lagi untuk menyusun cita-citanya
yang sekarang tertunda. Apalagi mereka akan menimba pengalaman berarti dari
kegiatan Pramuka yang mereka dapatkan selama di dalam Lapas," yakin Ardi
dengan penuh semangat.
Kita
tentu semua berharap dan menanti munculnya Pramuka-Pramuka Garuda dari Gudep
071-072 ini. Hal ini tentu menjadi sejarah bagi Lapas Anak Kelas II B
Pekanbaru, bagi Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Riau, dan bagi adik-adik
generasi muda Gerakan Pramuka dari Gudep 071-072. Insyaallah!!. ***
Penulis : M.
Joni Paslah dan Ajis Putra
Komentar
Posting Komentar