Integritas Tinggi, Penilaian Utama Seleksi Dirjen PAS
Integritas
Tinggi, Penilaian Utama Seleksi Dirjen PAS
Kamis,
26 September 2013, 21:57 WIB
Apel
pagi di Kompleks Direktorat Jendral PAS
REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA - Saat ini sedang digelar lelang jabatan untuk menyeleksi Dirjen
Pemasyarakatan. Ketua Panitia Seleksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Denny
Indrayana, mengatakan kandidat yang terpilih harus memiliki integritas tinggi
karena itulah penilaian yang paling mendasar.
Kandidat
terdiri dari 10 peserta yang harus melewati tes wawancara terbuka untuk dicecar
pertanyaan seputar rekam jejak, terobosan program, dan hal-hal lain terkait
persoalan di Pemasyarakatan.
"Integritas
sangat mendasar untuk penilaian. Makanya kami melakukan proses pemilihan dengan
wawancara terbuka seperti ini dengan panitia seleksi dari orang-orang kredibel.
Harapannya Dirjen Pas yang terpilih memiliki integritas tidak terbeli,
kepemimpinan yang kokoh dan kompetensi tinggi," kata Denny, usai tes
wawancara terbuka calon Dirjen Pas hari pertama, di Gedung Kementerian Hukum
dan HAM, di Jakarta, Kamis (26/9).
Wamenkum
HAM itu memimpin wawancara yang dimulai pukul 09.00 hingga 18.00 bersama
anggota Pansel antara lain Rektor UIN Komaruddin Hidayat, Sosiolog Imam
Prasodjo, ahli hukum tata negara Saldi Isra, dan mantan penasihat KPK Abdullah
Hehamahua. Pihak internal selain Denny yakni Sekjen Bambang Rantam, Irjen Agus
Sukiswo, Dirjen HAM Harkristuti Harkrisnowo.
Lelang
jabatan ini dilakukan untuk pertama kalinya. Saat ini Dirjen Pas dijabat oleh
pelaksana harian (Plh) Bambang Krisbanu. Sementara Dirjan Pas M. Sueb sedang
mengambil cuti karena sakit.
"Poin
paling utama penilaian yaitu integritas. Kompetensi, kepimpinan, itu juga
menjadi kesatuan. Bisa bayangkan nggak, ada orang pintar tetapi tidak jujur
atau jujur namun bodoh. Jadi kita memilih, orang jujur, pintar, punya
kepemimpinan," ujar salah satu Panitia Seleksi, Imam Prasodjo.
Komentar
Posting Komentar