Calon Dirjen Pemasyarakatan, dari yang Gugup sampai Membuat Senang Orang
Calon
Dirjen Pemasyarakatan, dari yang Gugup sampai Membuat Senang Orang
Jumat, 27 September 2013
Sepuluh
kandidat Dirjen Pemasyarakatan yang tengah mengikuti seleksi jabatan. Atas,
kiri-kanan: Adrianus Meliala, Handoyo Sudradjat, Gunarso, Y. Ambeg Paramarta,
Rusdianto. Bawah, kiri-kanan: Mohammad Ghazalie, Ma'mun, I Wayan Sukerta, F.
Haru Tamtomo, Yon Suharyono. | ISTIMEWA
KOMPAS.com
- Bagaimana sosok Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia mendatang? Hal itu sebagian tergambar dari wawancara terbuka
dalam seleksi calon dirjenpas.
Kamis,
(26/9), di Jakarta, panitia seleksi yang diketuai oleh Wakil Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mewawancarai tujuh calon dirjenpas. Mereka
adalah Adrianus Meliala, Ambeg Paramarta, Mochamad Ghazalie, Rusdianto, Haru
Tamtomo, Yon Suharyono, dan Handoyo Sudrajat.
Pertanyaan
yang ditanyakan kepada hampir semua calon adalah apa kelemahan calon, versi dia
sendiri? Adrianus Meliala, kriminolog Universitas Indonesia, misalnya, mengaku
masih sering gugup.
”Kalau
ada acara ke luar negeri, saya selalu bolak-balik memeriksa tas saya,” katanya.
Sementara
Rusdianto, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, mengaku selalu ingin
membuat orang bahagia. Prinsip itu bahkan menghiasi status profil Blackberry
Messenger-nya. Dia juga mengaku mudah iba kepada orang lain.
Rusdianto
mengaku tidak pernah memiliki mobil. Saat ditanya oleh Abdullah Hehamahua,
salah satu anggota pansel, tentang kendaraan yang dia gunakan ke kantor,
Rusdianto mengaku memakai mobil dinas.
”Jika
ke kenduri perkawinan, terpaksa korupsi. Saya pakai mobil (dinas),” kata
Rusdianto.
Sop
kambing
Rusdianto
juga mengaku, seluruh kepala unit pelaksana teknis pernah mengajaknya makan
siang.
”Makan
sop kambing. Harganya hanya Rp 22.000. Itu bukan gratifikasi. Jika jutaan,
memang patut diduga. Lagi pula tidak ada hubungannya dengan jabatan,” ujarnya.
Abdullah
lalu membacakan definisi gratifikasi di dalam Undang-Undang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi. Ia lalu berkata, ”Kalau Anda bukan atasan mereka (para
kepala UPT), apakah saudara akan diajak makan?”
Mendapat
pertanyaan itu, Rusdianto hanya diam.
Calon
dirjenpas lainnya, Ambeg Paramarta, ditanya tentang rekening asuransi yang
dibayarkan istrinya pada 2007 sebesar Rp 280 juta. Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Kemenkumham ini menuturkan, uang itu berasal dari hibah
mertuanya.
Hari
Jumat ini, pansel melakukan tes wawancara terhadap tiga calon tersisa, yaitu
Ma’mun, Gunarso, dan I Wayan Sukerta. Setelah itu, pansel menggelar rapat untuk
menentukan tiga calon dirjenpas yang akan diajukan ke Menteri Hukum dan HAM
Amir Syamsuddin. Senin pekan depan, ketiga calon itu diwawancara oleh Amir.
(Susana Rita)
Sumber :
Komentar
Posting Komentar