Sipir Paling Dulu Masuk Surga
Anton
Medan
Sipir
Paling Dulu Masuk Surga
Rabu,
24 Juli 2013 00:30 WIB
Anton
Medan memberikan tausyiah di depan penghuni Lapas Porong Sidoarjo, Selasa
(23/7/2013).
SURYA
Online, SIDOARJO - Masjid Nurul Fuad yang ada di lingkungan Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong berubah menjadi ajang curhat
saat Anton Medan memberikan siraman rohani terhadap nara pidana (Napi), Selasa
(23/7/2013).
Maklmum
orang yang memberikan tausiyah itu adalah 'lulusan' 14 penjara di Indonesia
dalam kasus pembunuhan dan perampokan.
Gelak
tawa dan tepuk tangan pun menggema dari
dalam Masjid Nurul Fuad. Ratusan napi yang menjadi warga binaan lapas seolah
tak peduli dengan terik panas saat mendengar santapan rohani dari Anton Medan
yang juga Ketua PITI Pusat itu.
Ceramah
agama yang diberikan pun tidak terlalu serius tapi bisa diterima dan dipahami
penghuni lapas. Kebanyakan nada canda yang terlontar sehingga mengundang gelak
tawa, termasuk para sipir penjara. Sipir bersama Kepala Lapas disebutnya orang
yang pantas lebih dulu masuk sorga. Sipir adalah PNS yang gajinya paling kecil
tetapi tanggung jawabnya paling besar.
“Tetapi
kalau sipir kerjanya nggak bener ya ke surganya paling belakang,” gurau Anton
Medan dan disambut tepukan para napi.
Tausiyah
selama satu jam lebih tersebut membuat napi puas. Bahkan minta tambah sampai
Shalat Ashar. "Terus terus," teriak napi.
Anton
Medan yang mengaku masuk penjara sejak usia 12 tahun, langsung melontarkan
kalimat gurauan "memang aku ini mobil disuruh terus".
Anton
lantas mengisahkan, ia pertama kali masuk penjara pada usia 12 tahun karena
membunuh seseorang.
Semasa
kecil itu, Anton sebagai buruh cuci mobil di terminal. Ketika mencuci mobil
uang yang ada di saku dirampas padahal
uang itu hasil dari jerih payahnya. Karena dicaci dan diejek, Anton lantas
mengambil gergaji es batu dan disabetkan dan orang tersebut meninggal dunia.
"Ini
semua karena keadaan. Jadi orang yang ada di Lapas ini bukan semuanya
penjahat," kata Anton.
Anton
datang ke Lapas didampingi Ketua DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI)
Jatim, Edwin Suryalaksana.
Rangkaian
acara ini akan dilanjutkan, Rabu (24/7/2013) ke Lapas Lowok Waru dan Lapas
Wanita di Kota Malang.
Kunjungan
ini untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan karena kebanyakan Lapas atau
Rutan yang ada tidak sebanding dengan jumlah napi yang ada. Hal tersebut bisa
memicu ketidakpuasan terhadap warga binaan sehingga harus dicegah.
Ketidakpuasan
itu telah memunculkan kerusuhan di Lapas
Tanjung Gusta. Pemerintah perlu membangun Lapas baru untuk mengatasi ini. Hal
yang juga disayangkan adalah cara kerja Wamenkum HAM, Denny Indrayana, yang
dalam sidaknya ke lapas tidak dikoordinasikan dulu dengan Kepala Lapas. Cara
sidak seperti ini seakan tidak mempercayai Kalapas, padahal banyak petugas yang
bekerja beneran.
"Lebih
baik Wamen itu dikembalikan ke habitatnya sebagai LSM," kata Anton.
Di
kalangan napi Lapas Porong, Anton Medan bukan orang baru. Ia dianggap tokoh yang
bergelimang dosa tapi kini telah berubah menjadi mubalig. Di akhir sesi Anton
sempat ditanya salah seorang napi kasus narkoba, selama di penjara apa saja yang ia lakukan
sehingga bisa berubah seperti ini.
Anton
lantas menjawab jika selama dirinya di penjara tidak pernah menyakiti sesama
napi atau orang lain. Bahkan ia dipercaya sebagai tamping yang baik. "Tapi
kalau di luar setiap aksi kejahatan selalu membawa dua pistol FN.
Sebanyak
26 nasabah bank serta 16 toko perhiasan saya sikat. Itu dulu tapi sekarang mari
kita bertaubat," pintanya.
Kalapas
Bambang S mengapresiasi kedatangan Anton Medan dan rombongan dari DPW PITI
Jatim. Pasalnya, tausiyahnya bisa membesarkan spirit dari warga binaan. Bahkan
usai bertausiyah, Anton diajak mengunjungi tempat kerajinan yang diproduksi
warga binaan yang berskala ekspor. "Ini merupakan kerja sama dengan pabrik
mebel. Hasilnya ini diekspor," kata Bambang.
Penulis:
Anas Miftakhudin
Editor:
Parmin
Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2013/07/24/sipir-paling-dulu-masuk-surga
Komentar
Posting Komentar