Nurdin: Cegah Rusuh, Penghuni Lapas Harus Dibuat Sibuk
Nurdin:
Cegah Rusuh, Penghuni Lapas Harus Dibuat Sibuk
Kamis,
25 Juli 2013 17:30 WIB
Kepala
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sungai Jepun, Nunukan Selatan M Nurdin
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id -
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sungai Jepun, Nunukan Selatan M Nurdin
mengatakan, narapidana atau warga binaan harus dibuat sibuk, agar tidak
memikirkan hal-hal negatif. Pendekatan
juga perlu dilakukan, agar hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusuhan di
Lapas Tanjung Gusta, Medan terjadi di sana.
Nurdin
mengatakan, jauh hari sebelum terjadi kerusuhan di Tanjung Gusta, pihaknya
sudah melakukan berbagai pendekatan terhadap warga binaan. “Antara petugas dan
warga binaan kita pendekatan kemanusiaan,” ujarnya.
Ada
tiga pendekatan yang dilakukan terhadap warga binaan yakni pendekatan yuridis
formal, pendekatan edukatif dan pendekatan religius. “Pendekatan religius,
agama, salah satunya kita memberikan ceramah agama,” ujarnya.
Warga
binaan juga diberikan waktu untuk berolahraga. “Supaya mereka itu jangan
berkumpul-kumpul memikirkan hal-hal negatif, kita sibukkanlah. Dengan olahraga,
senam dan lain sebagainya. Kalau malam
kita suruh nonton TV. Kalau sudah nonton TV dia mengantuk, jadi tidak berfikir
hal-hal negatif,” ujarnya.
Kesibukan
lain juga diberikan dengan pelatihan keterampilan otomotif maupun perbengkelan,
keterampilan industri rumah tangga dan kerajinan tangan serta keterampilan
dalam bertani maupun berkebun. “Dari segi keamanan, anggota juga standby. Semua
personil saya, petugas saya, keamanan, standby di tempat,” ujarnya.
Penulis:
Niko Ruru
Editor:
Fransina
Sumber:
Tribun Kaltim
http://kaltim.tribunnews.com/2013/07/25/nurdin-cegah-rusuh-penghuni-lapas-harus-dibuat-sibuk?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Komentar
Posting Komentar