Sesdit dan Direktur Berikan Paparan kepada Kadiv PAS Seluruh Indonesia
Sesdit dan Direktur Berikan Paparan kepada Kadiv PAS Seluruh Indonesia
Berita
Pemasyarakatan | Oleh: Admin
Ditjenpas (06/21/13)
Jakarta,
INFO_PAS - Hari kedua pelaksanaan
Crash Program dan Bimtek SDP-PB Online atau SIPAS, Rabu (19/6) diisi dengan
pemberian paparan kepada para Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) seluruh
Indonesia oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas),
Direktur Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), dan Direktur Pengelolaan Basan dan
Baran. Sebelumnya pada pelaksanaan hari pertama, Direktur Bina Narapidana dan
Pelayanan Tahanan, Direktur Informasi dan Komunikasi, serta Direktur Bina
Kesehatan dan Perawatan Narapidana dan Tahanan juga telah memberikan paparan
terkait tugas dan fungsi di direktorat masing-masing.
Sekretaris
Ditjenpas, Susy Susilawati, menyampaikan paparan pada kesempatan pertama. Ia
memberikan paparan selaku Plh. Direktur Bina Bimbingan Kemasyarakatan dan
Pengentasan Anak (Bimkemas dan PA) yang saat ini tengah mengikuti Diklat PIM I.
Dalam kesempatan tersebut, Susy menjabarkan secara rinci terkait
program-program yang tengah dijalankan Direktorat Bimkemas dan PA.
“Tahun 2013
ini Direktorat Bimkemas dan PA memiliki sejumlah program yakni Assessment
Risiko Dan Kebutuhan Bagi Narapidana Dan Klien Pemasyarakatan, Pemetaan PK
Bapas, Bimtek Dan Ujian Pk Jarak Jauh (Online), Rencana Induk Implementasi
Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak Di Lingkungan Kementerian Hukum Dan
Hak Asasi Manusia Penyusunan Modul Pk, Penyusunan Model Litmas, Penyusunan Renstra
Penguatan Bapas Th. 2015 – 2019, dan Penyusunan Pedoman Pelaksanaan UU SPPA”,
sebut Susy.
Selanjutnya,
Direktur Kamtib, Wibowo Joko H., menyampaikan paparannya mengenai Peningkatan
Kinerja Petugas Pemasyarakatan”. Seperti dijelaskan Joko, dibutuhkan langkah-langkah
strategis untuk menguatkan integritas dan kinerja petugas Pemasyarakatan.
“Pelayanan
publik serta penguatan pengawasan internal Pemasyarakatan menjadi titik
perhatian yang harus selalu ditingkatkan berdasarkan semangat birokrasi
reformasi”, ungkap Joko.
Pada
kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan Basan dan Baran, Nur Achmad Santosa,
membagi pengalaman yang ia dapatkan saat berkesempatan melakukan kunjungan
kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu terkait pengelolaan asset negara.
Diceritakan oleh Nur Achmad, pihak perampas asset di Amerika dalam hal ini US
Marshals, memiliki prinsip untuk membasmi kejahatan dengan uang hasil
kejahatan.
“US Marshals
bertekad untuk mengambil, merampas, dan melucuti asset penjahat, serta bertekad
menyatukan pikiran untuk bersama-sama membasmi kejahatan. Mereka juga bekerja
sama dengan firma akuntansi yang berkredibilitas tinggi dan termahal di dunia
dalam melakukan pengawasan pengelolaan asset dan dan uang hasil tindak pidana”,
seru Nur Achmad.
Selain diikuti
para Kadivpas, Crash Program dan Bimtek SDP-PB Online atau SIPAS juga diikuti
oleh operator komputer kantor wilayah seluruh Indonesia ( baca http://ditjenpas.go.id/article/article.php?id=419 ).
Melalui Crash Program, diharapkan sebanyak 15.000 narapidana dapat menerima PB.
Sumber : http://ditjenpas.go.id/article/article.php?id=421
Komentar
Posting Komentar