Dirjen PAS: Lima Pilar untuk laksanakan tugas Pemasyarakatan
Dirjen PAS: Lima Pilar untuk
laksanakan tugas Pemasyarakatan
JAKARTA. INFO_PAS. - Direktur
Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum RI, Mochamad Sueb menyampaikan lima
pilar yang perlu dipedomani oleh seluruh petugas dalam menjalankan tugas dan
fungsi Pemasyarakatan.
“Lima pilar yang
disingkat KIRAP ini menjadi kunci dalam pencapaian visi dan misi
Pemasyarakatan,” kata Dirjen Sueb saat menjadi pembina apel pagi, Senin (4/2).
Lima pilar yang
dimaksudkan adalah pertama, Kepentingan
Masyarakat artinya
dalam melaksanakan tugas-tugas Pemasyarakatan, harus lebih mengedepankan
kepentingan masyarakat, kedua Integritas artinya
Seorang petugas dalam posisi apapun, harus memiliki komitmen moralitas
perilaku, etika yang sesuai dengan norma.
Ketiga, Responsif artinya mampu
bertindak cepat, tanggap menyikapi segala Persoalan pemasyarakatan untuk
secepatnya dicari solusi yang tepat. Keempat, Akuntabel artinya segala perilaku dan perbuatan
harus bisa dipertanggungjawabkan. Kelima, Profesional artinya
bekerja sesuai dengan ketentuan/aturan yang berlaku.
“Untuk melaksanakan
lima pilar itu, dilandasi keikhlasan dengan niat yang baik, iktikad baik dan
prasangka yang baik,” ujar Dirjen PAS didepan ratusan peserta apel pagi yang
diikuti oleh seluruh pejabat eselon II, III, dan IV serta pejabat fungsional
umum dan khusus.
Menurut Mochamad
Sueb, salah satu sifat yang harus dimiliki oleh petugas pemasyarakatan adalah
“ikhlas” yang berasal dari kata Holis artinya berserah diri, dalam melaksanakan
tugas tidak mengharapkan pujian dari atasan, pimpinan tapi semata-mata
mengharapkan ridho Allah SWT.
Sebelumnya Dirjen
PAS yang baru dilantik beberapa waktu lalu ini, juga pernah menyampaikan pesan
moral di hari pertamanya menjadi pembina Apel Pagi (31/1). Dalam amanatnya
bahwa dalam kehidupan hanya ada tiga (3) waktu, yaitu masa lalu, masa
kini dan masa akan datang (hari esok). Waktu yang telah berlalu tidak akan
pernah kembali walau sedetik saja dan masa yang telah berlalu hendaklah
dijadikan cermin untuk intropeksi.
Waktu kini, adalah
hari ini dan hendaknya kita isi dengan itikad baik, berbuat baik dan prasangka
baik. Oleh karena itu kita harus bekerja dengan baik. “Tiga hal yang patut
diingat dalam bekerja, yakni selalu beritikad baik, laksanakan dengan baik, dan
menyerahkan hasilnya pada Tuhan YME”, ucapnya.
Komentar
Posting Komentar