Sidak Jelang Apel Siaga
SIDAK JELANG APEL SIAGA
Jakarta, INFO_PAS. Berkekuatan sekitar 130 orang, Satgas Kamtib
gabungan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta melakukan sidak di Lapas Klas I
Cipinang, pada Kamis (10/1). Sidak ini merupakan
rangkaian kegiatan apel siaga pencanangan getting
to zero halinar (hape, pungli, narkoba) dan HIV/AIDS yang akan dilaksanakan
pada Jumat (11/1) di Lapas Klas IIA
Narkotika Jakarta. Getting to zero
halinar (hape, pungli, narkoba) dan HIV/AIDS sendiri, menjadi program unggulan
Ditjen Pemasyarakatan 2013.
Kadivpas Kanwil kemenkumham DKI Jakarta, A. Mirza Zulkarnain
yang langsung memimpin sidak kali ini,
menyampaikan bahwa program getting
to zero akan dilaksanakan secara maksimal.
Untuk itu, Mirza menghimbau pelaksanaan sidak malam ini dapat
dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan.
“Jaga keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaannya, barang yang
diperiksa dan diambil jangan sampai menimbulkan dampak yang negatif, sehingga
tidak menimbulkan ketegangan,” kata Mirza.
Sementara itu, Ketua Satgas Kamtib Sri Astiana mengatakan
bahwa target dalam sidak kali ini, tidak jauh berbeda dengan biasanya, yaitu; Narkoba,
uang, ponsel, barang elektronik yang tidak dibolehkan, serta obat-obatan diluar
ketentuan.
Penggeledahan dimulai pukul 20.30 WIB. Dimulai dengan pemeriksaan badan penghuni,
kemudian penggeledahan kamar-kamar hunian.
Dilakukan pula tes urin secara acak kepada 50 warga binaan, dimana 39
orang diantaranya adalah Warga Negara Asing.
Dalam penggeledahan itu, ditemukan 1 paket kecil ganja
kering, alat penghisap shabu serta beberapa plastik kemasan, ponsel, charger
dan barang-barang lainnya yang dianggap dapat menggangu keamanan dan ketertiban
lapas.
Sementara dari hasil pemeriksaan urin, 15 wargabinaan
terindikasi positif menggunakan narkoba. Terhadap mereka, akan dilakukan
pembinaan lebih lanjut.
“Bagi
mereka yang terindikasi menggunakan narkoba dan mereka yang masih menyimpan
barang-barang yang dilarang, akan kami bina sesuai ketentuan,” kata Sri
Astiana. (AM)
Komentar
Posting Komentar