Postingan

Kapasitas Lapas Berlebih, Pengguna Narkoba Disarankan Tak Masuk Bui

Gambar
Ilustra si Narkotika. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES  KOMPAS.com  - Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus A. T. Napitupulu menyebutkan, dekriminalisasi pengguna dan pencandu narkotika dapat menjadi solusi berlebihnya beban lembaga pemasyarakatan. Berdasarkan data Kementerian Hukum dan HAM, pada September 2016, kapasitas lapas di Indonesia mencapai 118.961 orang. Dari jumlah itu, narapidana kasus narkotika mencapai 66.626 orang dan narapidana yang teridentifikasi pengguna narkotika mencapai 24.915 orang. "Dekriminalisasi pengguna narkotika akan memberikan dampak sangat signifikan pada over kapasitas lapas. Secara langsung akan mengurangi beban lapas termasuk anggaran dan sumber daya," kata Erasmus di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (22/2/2017). Erasmus menuturkan, Portugal berhasil menurunkan berlebihnya kapasitas lapas terjadi setelah menerapkan dekriminalisasi pengguna narkotika. Hukuman pidana tidak lagi diterapkan bagi pengguna nar...

Satgas Kamtib Kanwil Kumham Babel Razia Lapas Bersama BNNP

Gambar
PANGKALPINANG,–Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan gelar razia bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Lembaga Pemasyarakatan Sustik Pangkalpinang. Satgas itu dipimpin langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Suharman dan didampingi Kepala Divisi Administrasi (Kadiv Min) Dodot. Gelar razia Lapas Sustik Pangkalpinang Bangka Belitung dilaksanakan pada Selasa(21/2). Gelar razia tersebut atas perintah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham ( Kakanwilkumham) Kepulauan Bangka Belitung Yoseph. Dalam pelaksanaannya razia tersebut didampingi oleh BNNP Kepulauan Bangka Belitung yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika AKBP Arbain bersama tim dokter dari BNNP juga dr Johan Jafri, Mkes. Kadiv Pas ungkapkan, disamping melakukan gelar razia hand phone dan narkoba serta barang barang terlarang lainnya, Tim Satgas Kanwilkumham juga melakukan test urin te...
Gambar
ilustrasi Banjarmasin,  - Narapidana wanita yang berada di Lapas Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, menjadi santri dan mendapat pembinaan keagamaan dalam bentuk pesantren. "'Para Winita in bisa lebih baik lagi setelah mengikuti pesantre di lapas ini '" "Kalau belajar sendiri susah, lebih mudah belajar dengan adanya guru yang menjelaskan," kata salah satu napi Wanita Lapas Amuntai Arbayah di Amuntai, Jumat. Dia mengatakan, di dalam lapas semuanya mendapat pembelajaran keagamaan seperti pelajaran Al Quran, Akhlaq, Tauhid, Fiqih, dan lain-lain, namun tidak ada paksaan untuk mengikutinya. Para napi tersebut akan dibimbing oleh Ustadzah Zahiya bersama Ustadzah Rahma Fitriah. Kegiatan keagamaan di dalam lapas berbasis pesntren itu bertempat di aula lantai II Lapas Amuntai. Agar kegiatan berjalan lancar dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka mereka didampingi petugas blok perempuan Yuslianti. Sementara itu Kepala Lapas Amunt...

Kamar-Kamar Tahanan Lapas Pasuruan Mendadak Berasap

Gambar
Meski sempat berasap, para tahanan Lapas Pasuruan berterima kasih. (Liputan6.com/Dian Kurniawan) Surabaya -  Kamar-kamar tahanan dan narapidana di Lapas Klas II B  Pasuruan  mendadak mengeluarkan asap. Ternyata, asap itu berasal dari kegiatan  fogging  untuk mengatasi penyebaran nyamuk demam berdarah. Sebanyak tiga petugas berseragam merah dengan menenteng alatnya mengasapi setiap ruangan di areal lapas, mulai dari kamar-kamar warga binaan, ruang perkantoran, dapur, poliklinik, aula, masjid hingga rumah dinas petugas lapas yang terletak di samping utara dan selatan Lapas Pasuruan. "Kami sangat berterima kasih karena ada  fogging  seperti ini. Semoga nanti malam bisa tidur nyenyak tanpa digigit nyamuk lagi," kata napi kamar Blok C, Wahyudi dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com dari humas Lapas Klas II B Pasuruan, Jumat, 17 Februari 2017.  Kepala  l apas Kelas llb pasuruan Sri Susilarti menerangkan kegiatan pengasap...

Kepala Rutan, Staf dan Napi Ikrar Bersama Antinarkoba

Gambar
Karutan Depok (tengah) bersama berbagai unsur TNI, pemerintah daerah, dan polri serta maayarakat melakukan ikrar anti narkoba terhadap narapidana Rutan Depok (Angga) DEPOK (Pos Kota) – Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Depok Sohibur Rachman melaksanakan ikrar bersama anggota Rutan serta narapidana untuk perang dan antinarkoba. Sebanyak 500 narapidana tersandung kasus narkoba dan pidana umum melakukan ikrar dipimpim langsung Karutan Depok Sohibur Rachman disaksikan anggota TNI, Polri, dan unsur lapisan masyarakat serta pemerintah daerah Depok. “Tidak hanya narapidana namun para staf rutan juga kita ikrarkan antinarkoba,”ujarnya kepada Poskotanews.com usai olahraga di lingkungan Rutan, Senin (20/2/2017). Berbekal pengalaman saat menjadi Kepala Keamanan Lapas Narkotika Cipinang Jakarta ini, pihaknya akan lebih ketat dalam pengawasan secara internal. “Selepas ikrar kita lakukan tes urine kepada 25 petugas Rutan dan narapidana semua hasil negatif. Tes urine bekerjasama dengan BNN...

Dewan Minta Pemerintah Bentuk Badan Otonom Lapas

Gambar
BANDUNG, (PRFM) - Terkait beragam persoalan yang terjadi di Lapas, Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menyarankan pemerintah membentuk Badan Otonom Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Badan tersebut akan berada langsung di bawah koordinasi Presiden Joko Widodo. "Mungkin sebagian orang mengatakan tidak perlu,  tetapi melihat kondisi lapas saat ini barangkali perlu dipertimbangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM sehingga jalur pengambilan keputusannya bisa lebih cepat tidak melalui birokrasi,  selama ini kan tidak seperti itu," tuturnya, dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (12/2/2017). Ia menambahkan, selama ini Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM tidak memiliki kewenangan langsung untuk melakukan penindakan saat terjadi masalah di Lapas. Jalur birokrasi saat ini dinilai rumit dan manajemennya pun perlu dibenahi. "Jadi, manajemen Lapas itu harus diperbaiki menjadi badan otonom. Jangan membiarkan kehidupan Lapas seperti kerajaan tersendiri, yang bisa meng...

Ini Upaya Kanwil Kemenkumham Jatim Cegah Narkoba Masuk Lapas

Gambar
Jakarta, Aktual.Com – Sebagai upaya pencegahan peredaran gelap narkoba di Lapas/Rutan di Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur (Kanwil KemenkumHAM Jatim) keluarkan sejumlah program strategi jitu, diantaranya dengan menggandeng pihak Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Jatim dan Polda Jatim. “Ini dilakukan untuk memutus rantai peredaran gelap narkoba yang diindikasikan berasal dari dalam Lapas/Rutan,” ujar Kadiv Pemasyarakatan, Harun Sulianto melalui perangkat seluler, Jakarta 8 Februari 2017. Lebih lanjut Harun, mengatakan suatu keharusan untuk barang dan orang yang masuk ke dalam Lapas/Rutan untuk digeledah di pintu utama tanpa terkecuali termasuk Kakanwil dan Kalapas. Bahkan di Rutan Medaeng kata dia sudah disediakan Body Scanner yang digunakan untuk mendeteksi barang-barang terlarang seperti narkoba. “Kualitas pendeteksiannya seperti body scanner yang ada di bandara-bandara internasional,”ujar Harun. Tidak hanya itu, kata Harun peng...